Enam Kandidat Ketua Umum PB SEMMI Teken Pakta Integritas Demi Persatuan Organisasi

21 Jul 2026 - 13:24
Enam Kandidat Ketua Umum PB SEMMI Teken Pakta Integritas Demi Persatuan Organisasi
Enam calon Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029 menandatangani Pakta Integritas, Kantor Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Jakarta - Enam calon Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029 menandatangani Pakta Integritas dalam rangkaian penyampaian visi, misi, ide, dan gagasan yang digelar Steering Committee Kongres IX SEMMI di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Penandatanganan tersebut menjadi penegasan bahwa Kongres IX tidak hanya menjadi ajang kontestasi kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen terhadap demokrasi organisasi, integritas, dan persatuan kader.

Enam kandidat yang mengikuti tahapan tersebut masing-masing adalah Achmad Donny, Ahmad Chalil Gibran, Muhammad Senanatha, M. Dwi Apriyanto, Febriansyah Putra, dan Gurun Arisastra.

Pakta Integritas yang ditandatangani seluruh calon memuat komitmen untuk mengikuti seluruh proses kongres secara tertib, demokratis, dan bermartabat. Selain itu, para kandidat juga menyatakan kesediaan menghormati keputusan forum, menjaga keamanan dan kondusivitas pelaksanaan kongres, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB SEMMI menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang dibangun di atas semangat persatuan. Ia mengingatkan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari keberlanjutan organisasi yang harus dijaga bersama.

"Saya adalah masa lalu SEMMI, teman-teman semua adalah masa depan SEMMI. Marilah kita sukseskan kongres kali ini. Siapa pun yang terpilih, semua kandidat harus berkomitmen bersama membangun SEMMI," tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa Kongres IX tidak boleh berhenti pada siapa yang menjadi pemenang maupun yang tidak terpilih. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama untuk membawa SEMMI menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, di antaranya Ketua Bidang Serumpun Syarikat Islam Muhammad Nur, Wakil Presiden N. Syamsuddin Ch. Haesy, Wakil Presiden Ir. Agustanzil Sjahroezah, M.P.A., Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Hilman Ismail Metareum, S.E., serta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Ervan Taufiq, S.E., M.E.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nur menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang telah memaparkan visi, misi, serta gagasan mengenai arah organisasi ke depan. Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan selama maupun setelah kongres berlangsung.

"Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam menyampaikan apresiasi terhadap pemaparan para kandidat Ketua Umum PB SEMMI. Jaga persatuan dan kedepankan persaudaraan," ujarnya.

Kehadiran jajaran Syarikat Islam dinilai mempertegas hubungan historis antara SEMMI dengan organisasi induknya. Regenerasi kepemimpinan di tubuh SEMMI diharapkan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan serta cita-cita besar yang selama ini menjadi landasan organisasi.

Steering Committee Kongres IX SEMMI menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perpecahan yang mengorbankan kepentingan organisasi.

Panitia menekankan bahwa ambisi pribadi tidak boleh ditempatkan di atas persatuan SEMMI. Karena itu, seluruh peserta kongres diharapkan menjadikan kompetisi sebagai ruang adu gagasan, bukan arena konflik antarkader.

Semangat tersebut dirangkum dalam pesan bahwa kursi Ketua Umum dapat diperebutkan melalui mekanisme demokrasi, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Perbedaan pandangan dan pilihan politik organisasi diharapkan tidak menghilangkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi SEMMI.

Mengusung tema "SEMMI Satu, Wujudkan Astacita", Kongres IX diharapkan melahirkan Ketua Umum PB SEMMI periode 2026–2029 yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, keberanian moral, serta kemampuan merangkul seluruh elemen organisasi. Ketua umum terpilih nantinya diharapkan menjadi pemimpin bagi seluruh kader SEMMI tanpa membedakan latar belakang dukungan selama proses pemilihan.

Dengan demikian, Kongres IX tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ujian kedewasaan politik organisasi dalam membangun regenerasi yang berlandaskan gagasan, integritas, demokrasi, dan persaudaraan.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0