Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Aman bagi Investor Global, Tegaskan Politik Luar Negeri Non-Blok

05 Agu 2026 - 11:35
Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Aman bagi Investor Global, Tegaskan Politik Luar Negeri Non-Blok
Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. (Dok. Standart Chartered)

Jakarta – Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman bagi investor global untuk menanamkan modal dan mengembangkan bisnis.

Pernyataan tersebut disampaikan Hashim dalam Indonesia Thailand Business Forum yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif atau non-blok menjadi salah satu faktor yang memberikan kepastian bagi para pelaku usaha internasional.

"Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai non-blok. Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral," ujar Hashim.

Ia menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi dari berbagai negara tanpa memandang blok geopolitik. Sejumlah negara yang telah berinvestasi di Indonesia antara lain Rusia, China, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, hingga Australia.

Hashim memastikan pemerintah berkomitmen menjaga keamanan dan kepastian investasi bagi seluruh mitra internasional.

"Dan kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi Anda aman. Investasi Anda aman dan akan selamanya aman," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim juga menyoroti eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia mengingatkan bahwa kedua negara pernah menghadapi tantangan serupa saat krisis keuangan Asia pada 1997, namun mampu menunjukkan ketahanan ekonomi dan dunia usaha.

Menurutnya, situasi ekonomi global yang masih diwarnai berbagai ketidakpastian menjadi momentum bagi Indonesia dan Thailand untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kenaikan harga energi yang turut memengaruhi harga berbagai komoditas.

Hashim optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus berkembang, terutama melalui peningkatan nilai perdagangan bilateral.

Ia berharap target perdagangan Indonesia dan Thailand sebesar 20 miliar dolar AS dapat direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah menyepakati target perdagangan bilateral sebesar 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030.

Usai menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand di Istana Merdeka, Senin (3/8/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi fondasi utama hubungan kedua negara.

"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," ujar Prabowo.

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0