Polda Metro Jaya: Belum Ada Pemberitahuan Resmi Aksi Massa, Pengamanan Tetap Ditingkatkan

01 Agu 2026 - 10:18
Polda Metro Jaya: Belum Ada Pemberitahuan Resmi Aksi Massa, Pengamanan Tetap Ditingkatkan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. ANTARA/Ilham Kausar

Jakarta – Pemasangan pagar pengaman di sejumlah pusat perbelanjaan (mal) dan kawasan perkantoran di Jakarta belakangan menjadi perhatian masyarakat. Langkah tersebut memunculkan spekulasi terkait adanya peningkatan pengamanan menjelang Agustus.

Menanggapi hal itu, Polda Metro Jaya menegaskan hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi unjuk rasa maupun menemukan indikasi pergerakan massa yang mengarah pada gangguan keamanan.

"Kami sampaikan bahwa dalam situasi kamtibmas sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait tentang aksi yang ada," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Meski belum ada pemberitahuan resmi, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan terhadap aktivitas di ruang digital. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi ajakan maupun selebaran yang berpotensi memicu aksi massa.

Menurut Budi, Direktorat Operasional bersama jajaran siber dan reserse kriminal umum terus memantau berbagai informasi yang beredar di media sosial dan platform digital.

"Polda Metro Jaya melalui direktorat operasional tetap melakukan pemantauan secara dunia maya digital. Kita akan melihat flyer-flyer ataupun ajak-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi," jelasnya.

Selain pemantauan di dunia maya, Polda Metro Jaya juga mengoptimalkan langkah antisipasi berdasarkan hasil analisis intelijen terhadap perkembangan situasi di lapangan. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Kapolda Metro Jaya telah membentuk Tim Preventive Strike yang melibatkan unsur direktorat operasional.

Tim tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat apabila terdapat kelompok yang berupaya menciptakan kerusuhan.

"Kapolda Metro Jaya sudah menegaskan membentuk Tim Preventive Strike yang terdiri dari direktorat operasional. Jadi sudah melakukan mitigasi awal apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan. Akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur," tegas Budi.

Di samping itu, pengamanan juga diperkuat melalui patroli rutin dengan skala kecil, sedang, hingga besar. Patroli difokuskan di sejumlah wilayah perbatasan Jakarta, seperti Bekasi dan Depok yang berbatasan dengan Jawa Barat, serta Tangerang yang berbatasan dengan Banten.

Budi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga kini masih dalam kondisi kondusif. Ia menegaskan keberhasilan menjaga stabilitas keamanan merupakan hasil sinergi antara kepolisian, TNI, serta dukungan masyarakat.

"Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tetapi berbagai institusi, termasuk dari masyarakat," pungkasnya.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0